Sunday , September 24 2017
Home / Referensi / Rockwool

Rockwool

media-tanam-rockwool

Secara alami rockwool memiliki tingkat pH yang bersifat alkaline dan harus terlebih dahulu direndam sebelum dipakai sebagai media tanam.

Bila Anda menggunakan media tanam rockwool, Anda harus terlebih dahulu paham asal-muasal dan bagaimana rockwool dibuat. Bahan dasar rockwool adalah campuran dari beberapa jenis batuan dan mineral volkanik yang dipanaskan sampai 1600ºC hingga meleleh lalu dipintal dan hasil akhirnya adalah produk rockwool yang telah steril dan berongga. Proses memintal ini mirip seperti pada proses membuat gula kapas.

Pada awalnya, rockwool adalah material yang dipakai sebagai bahan insulasi thermal dan akustik dalam industri konstruksi. Selain ringan juga berongga sehingga sangat cocok untuk menyimpan panas. Pada akhir tahun 1960 / awal 1970an ada suatu penelitian serta percobaan yang dilakukan di negara Denmark untuk memanfaatkan rockwool sebagai media tanam, dan hasilnya sangat memuaskan. Sejak saat itu rockwool dikembangkan untuk dipakai sebagai media tanam.

Pada saat menangani rockwool (kering), sangat dianjurkan untuk memakai kacamata pelindung, menutupi wajah bagian hidung dan mulut dengan masker, berpakaian lengan panjang, dan memakai sarung tangan untuk menutupi area kulit tubuh yang terbuka. Banyak sekali orang yang kulitnya sangat sensitif dan debu rockwool dapat menimbulkan gatal bila mengenai kulit, dan iritasi pada mata serta menyebabkan batuk bila terhirup.

Beberapa kelebihan rockwool antara lain:

  • Dapat menyimpan air, dan hal ini sangat penting karena rockwool dapat berfungsi sebagai “buffer” pada saat terjadi pemadaman listrik, atau kerusakan pada timer atau pompa air.
  • Meskipun dalam keadaan basah, fisik rockwool yang berongga masih mampu menyimpan 20% oksigen, dan hal ini penting untuk mencegah terjadinya busuk akar dan penyakit yang diakibatkan karena terlalu banyak diberi air (over watering).
  • Rockwool tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran sehingga dapat mengakomodir segala kebutuhan.
  • Rockwool adalah material yang termasuk awet dan tahan lama. Tidak mudah hancur sehingga tidak menyumbat sistem irigasi hidroponik.

Rockwool dalam kondisi baru memiliki pH yang cukup tinggi (basa / alkaline), dan butuh untuk diturunkan / netralisir terlebih dahulu sebelum dapat dipakai sebagai media tanam. Caranya adalah dengan merendam rockwool baru selama 24 jam ke dalam air yang memiliki pH stabil 5.5 seperti Aquades, atau air suling / RO (reverse osmosis) seperti air bekas buangan AC.

Tidak semua rockwool sama. Rockwool kualitas tinggi diproduksi dari murni batuan basaltik (diabas). Rockwool yang dihasilkan dari diabas memiliki keseimbangan mineral yang lebih baik serta tahan terhadap reaksi kimia (inert) dan non-reaktif. Ada juga rockwool yang dihasilkan dari terak yang tersisa (limbah) hasil peleburan. Rockwool ini masih mengandung logam dalam proporsi yang cukup tinggi dan masih bersifat reaktif terhadap larutan nutrisi. Rockwool kualitas tinggi harus memiliki ukuran diameter serat yang seragam.


Referensi:

Growing in Rockwool: Tips from the Pros
What Is Rockwool Insulation
Rockwool Growing Medium
Rockwool as a Growing Substrate for Hydroponic Systems
Mineral Wool

Secara alami rockwool memiliki tingkat pH yang bersifat alkaline dan harus terlebih dahulu direndam sebelum dipakai sebagai media tanam. Bila Anda menggunakan media tanam rockwool, Anda harus terlebih dahulu paham asal-muasal dan bagaimana rockwool dibuat. Bahan dasar rockwool adalah campuran dari beberapa jenis batuan dan mineral volkanik yang dipanaskan sampai 1600ºC hingga meleleh lalu dipintal dan hasil akhirnya adalah produk rockwool yang telah steril dan berongga. Proses memintal ini mirip seperti pada proses membuat gula kapas. Pada awalnya, rockwool adalah material yang dipakai sebagai bahan insulasi thermal dan akustik dalam industri konstruksi. Selain ringan juga berongga sehingga sangat cocok untuk…

Rate Artikel Ini

User Rating: 4.78 ( 4 votes)

Check Also

orgaik-heirloom-hibrida-gmo

Organik, Heirloom, Hibrida, dan GMO

Masa panen jenis heirloom lebih sulit diprediksi, ukuran serta rasa buah dapat berbeda meskipun dari pohon yang sama.