Sunday , September 24 2017
Home / Referensi / Berapa Ukuran Tandon Nutrisi Yang Ideal?

Berapa Ukuran Tandon Nutrisi Yang Ideal?

reservoir-size

Selain banyaknya permasalahan yang akan timbul selama masa pertumbuhan, ukuran tandon nutrisi juga menentukan besar kecilnya ukuran tanaman pada masa siap panen.

Salah satu permasalahan yang sering kita jumpai namum jarang dibahas dalam menggunakan sistem hidroponik (mungkin dianggap kurang penting), adalah ukuran tandon nutrisi. Seperti halnya dengan manusia, kebutuhan makan pada masa bayi dan balita sangat berbeda dengan kebutuhan pada masa tumbuh dan dewasa. Demikian pula halnya dengan tanaman. Kebutuhan asupan nutrisi, air dan oksigen pada saat tanaman masih berusia 1 minggu jauh berbeda dibanding dengan kebutuhan pada saat mereka dewasa.

Berapa besar ukuran tandon nutrisi yang ideal? Berikut adalah rumus praktis, mudah, sederhana dan dapat dipakai sebagai pedoman dalam menentukan ukuran tandon nutrisi. Terlepas dari apapun sistem hidroponik yang digunakan, perbandingan kebutuhan nutrisi / tanaman masih tetap sama. Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah JUMLAH tanaman yang akan ditanam, dan kedua adalah berapa besar UKURAN mereka pada saat mereka tumbuh dewasa. Setelah itu baru dapat kita hitung ukuran tandon nutrisi yang dibutuhkan.

Kebutuhan Minimum Ukuran Tandon Nutrisi Dalam Sistem Hidroponik

Tanaman kecil, minimum 2 liter / tanaman, contoh: lettuce, strawberry, dll.
Tanaman medium, minimum 4 – 6 liter / tanaman, contoh: herbs, peppers, dll.
Tanaman besar, minimum 8 liter / tanaman, contoh: tomat, ketimun, melon, dll.

Pedoman di atas hanyalah sekedar rekomendasi kebutuhan minimum volume air untuk berbagai jenis tanaman dengan beda ukuran. Faktor penting lainnya yang juga mempengaruhi daya serap nutrisi dan air adalah kondisi lingkungan.

Kondisi Lingkungan Yang Mempengaruhi Daya Serap Air dan Nutrisi

Kelembaban / humiditas

humidityTingkat kelembaban lingkungan adalah faktor terbesar yang menentukan banyak sedikitnya tanaman menyerap air dan nutrisi. Tanaman bernafas (transpirasi) dengan cara menghembuskan keluar uap air dari daun. Dengan semakin keringnya kondisi lingkungan sekitar (kurang lembab), proses transpirasi terjadi semakin cepat. Semakin cepat proses transpirasi terjadi, semakin cepat pula akar menyerap air untuk menggantikan air yang keluar. Bila air yang keluar (transpirasi) dan air yang diserap akar tidak seimbang (lebih sedikit), tanaman akan menjadi layu atau lemas (seperti tekanan darah rendah pada manusia).

Dalam lingkungan dengan tingkat kelembaban tinggi (green house), proses transpirasi tidak terjadi secepat dan sebanyak pada tingkat kelembaban rendah. Hal ini disebabkan karena udara sekitar telah jenuh dengan uap air (lembab). Dengan sendirinya akar tidak perlu meyerap air terlalu banyak. Kebanyakan tanaman nyaman dengan tingkat kelembaban 60% – 80%, dan akan menyerap lebih banyak pada tingkat kelembaban dibawah 50%. Bila hal ini terjadi maka kita harus menambahkan air nutrisi untuk mengimbangi dan sebagai kompensasi.

Suhu Panas

Selain tingkat kelembaban, suhu panas juga merupakan faktor utama lainnya yang mempengaruhi daya serap tanaman. Setiap tanaman memiliki toleransi yang berbeda terhadap suhu panas, namun perlu diingat bahwa semua tanaman tetap membutuhkan air lebih banyak pada saat suhu naik meskipun tingkat kelembaban lingkungan sekitar tinggi. Pada suhu panas, tanaman membutuhkan air lebih banyak daripada nutrisi. Untuk itu kadar larutan nutrisi perlu diturunkan sampai separo atau ¾ kadar normal (ppm) tergantung berapa panasnya suhu udara.

wiltingTanaman menjadi stress bukan hanya karena suhu panas saja. Kadar nutrisi (ppm) dan temperatur air pada zona akar juga sangat penting. Akar tanaman telah mengalami evolusi panjang dan telah dikondisikan untuk tumbuh di bawah permukaan tanah yang gelap, lembab dengan suhu konsisten lebih adem. Bila suhu zona akar naik di luar batas toleransi dan tingkat kenyamanan, tanaman akan mengalami stress dan masuk ke mode bertahan hidup (survival). Bunga dan daun mulai rontok, terjadi penurunan produksi buah, dan tanaman tampak terkulai layu. Bila suhu di zona akar masih tetap tinggi dan meningkat, maka hal ini dapat membunuh sistem perakaran dan pada akhirnya tanaman akan mati.

Durasi dan Intensitas Sinar

Meskipun bukan merupakan faktor utama, intensitas dan durasi sinar yang diterima oleh tanaman juga mempengaruhi banyak sedikitnya penyerapan air dan nutrisi. Sinar adalah faktor utama dalam proses fotosintesis. Tanaman menyerap lebih banyak air dan nutrisi selama proses fotosintesis berlangsung.

Angin

Selain tingkat kelembaban udara, angin juga dapat meningkatkan proses transpirasi tanaman. Itu sebabnya kita membutukan kipas angin pada green house yang memiliki tingkat kelembaban udara yang tinggi. Hal ini untuk membantu mengeringkan daun yang basah agar tidak mudah terserang spora dan jamur.

Masalah Yang Kita Hadapi Apabila Tandon Terlalu Kecil

Ada beberapa masalah yang akan timbul apabila ukuran tandon nutrisi terlalu kecil, terutama pada saat tanaman mulai tumbuh besar dan membutuhkan lebih banyak air dan nutrisi.

Fluktuasi Larutan Nutrisi

Salah satu tip penting dalam menaman secara hidroponik adalah pemberian nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan usia tanaman. Tanaman akan beradaptasi dengan lingkungannya, dan fluktuasi pada konsentrasi larutan nutrisi (ppm) dapat menyebabkan stress pada tanaman dan akibatnya akan menghambat pertumbuhannya.

FullReservoirKonsentrasi nutrisi (ppm) sangat tergantung dengan jumlah air yang ditambahkan bersama pekatan larutan nutrisi. Tanaman berbeda usia membutuhkan jumlah nutrisi yang berbeda. Perlu diingat, proporsi nutrisi dan jumlah air yang diserap tidak selalu sama.

HalfReservoirPada saat tanaman hanya membutuhkan air, maka kelebihan nutrisi yang tidak terserap akan semakin menjadi kuat. Dengan kata lain, dengan semakin berkurangnya volume air, konsentrasi larutan nutrisi semakin menjadi pekat dan hal ini juga dapat mengakibatkan terjadinya penggumpalan beberapa elemen garam mineral. Bila hal ini terjadi maka mineral tersebut tidak dapat lagi diserap oleh akar.

Cara terbaik untuk menghindari terjadinya fluktuasi pada larutan nutrisi adalah dengan menggunakan ukuran tandon yang lebih besar. Meskipun kebutuhan air dan nutrisi masih tetap sama, namun dengan bertambahnya volume larutan nutrisi dalam tandon, maka prosentase kebutuhan tanaman terhadap air juga akan berkurang. Hal ini akan mengurangi fluktuasi pada larutan nutrisi dan kebutuhan untuk menambahkan air ke dalam tandon setiap harinya.

Tanaman menyerap air dan nutrisi setiap harinya, cepat atau lambat kita butuh melakukan penambahan (top-up) larutan nutrisi. Penambahan ini hanya membutuhkan air segar saja, tanpa menambahkan pekatan nutrisi. Hal ini dilakukan agar volume air tetap terjaga dan tidak terjadi konsentrasi pada pekatan nutrisi.

TIPS: Beri garis penanda batas air (10 liter, 20 liter, 30 liter, dst) pada bagian dalam tandon nutrisi menggunakan spidol permanen. Dengan cara ini kita bisa mengetahui berapa banyak air (nutrisi) yang tersisa, dan berapa banyak yang diserap oleh tanaman.

pH Swing

pH swing atau pH mengayun (asam / alkalin) dapat disebabkan oleh besarnya fluktuasi pada larutan nutrisi. Pada saat garam mineral menggumpal karena kurangnya air maka pH larutan akan berubah. Perubahan pH juga dapat terjadi pada setiap penambahan air. Hal ini disebabkan karena air yang ditambahkan belum di “balance”. Nutrisi hidroponik dirancang untuk sistem hidroponik dengan memanfaatkan pH buffers. Namun buffers lambat laun akan memudar.

Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen)

Rumusan kimia untuk air adalah H2O, dan O adalah oksigen. Di dalam air terdapat kandungan molekul oksigen yang disebut “Dissolved Oxygen” atau oksigen terlarut. Sistem akar tanaman dapat secara langsung menyerap molekul oksigen dari air. Tanaman semakin besar membutuhkan oksigen semakin banyak. Semakin kecil tandon larutan nutrisi, semakin sedikit persediaaan oksigennya. Demikian pula dengan suhu larutan, semakin tinggi suhu larutan, semakin sedikit kandungan oksigen yang terlarut.

Kesimpulan

Jangan ragu dan tidak ada salahnya bila kita menggunakan tandon berukuran lebih besar. Pada saat tanaman baru pindah tanam (muda), pengisian tandon nutrisi tidak perlu dipenuhi. Seiring dengan berjalannya waktu, dalam kondisi yang tepat, tanaman akan tumbuh besar dengan cepat. Bila pada awalnya Anda menggunakan tandon ukuran kecil maka Anda harus menggantinya dengan tandon yang lebih besar. Penggantian tandon nutrisi ditengah masa tanam selain lebih mahal juga menambah kerumitan dibanding bila menggunakan tandon yang lebih besar sejak dari awal. Semoga bermanfaat dan salam hijau!

Referensi:

What Size Reservoir Do I Need?
Growing Plants in Hydroponic Systems
Nutrient Solution Temperature

Check Also

orgaik-heirloom-hibrida-gmo

Organik, Heirloom, Hibrida, dan GMO

Masa panen jenis heirloom lebih sulit diprediksi, ukuran serta rasa buah dapat berbeda meskipun dari pohon yang sama.