Saturday , November 25 2017
Home / Tag Archives: defisiensi nutrisi

Tag Archives: defisiensi nutrisi

Gejala Kekurangan Nutrisi Pada Tanaman

simple-plant-deficiency-guide

pH air memiliki peran yang sangat penting dan krusial dalam menentukan daya serap nutrisi oleh tanaman. Tidak semua masalah pada tanaman selalu disebabkan oleh hama atau penyakit tanaman meskipun tanda-tanda maupun gejala yang tampak dari luarnya serupa atau sama. Kekurangan gizi (nutrisi) pada tanaman juga dapat mengakibatkan perubahan warna, kerusakan, dan distorsi pada bentuk. Gejala atau tanda-tanda ini bukan hanya tampak pada saat tanaman kekurangan gizi namun juga tampak pada saat tanaman mendapatkan kelebihan gizi (keracunan). Maka dari itu, keseimbangan serta ketelitian sangat dibutuhkan pada saat pemberian nutrisi pada tanaman. Agar tanaman dapat tumbuh sehat, mereka membutuhkan nutrisi yang terdiri …

Read More »

Zinc (Zn)

zinc-deficient

Zinc (seng) merupakan komponen penting dari berbagai sistem enzim tanaman untuk produksi energi, sintesis protein, serta regulasi pertumbuhan. Kekurangan zinc pada tanaman dapat berdampak pada tertundanya kematangan. Zinc tidak bergerak sehingga gejala kekurangan zinc tampak pada pertumbuhan baru. Gejala Pertumbuhan tanaman tidak normal, dan daunan tampak kecil. Daunan tua pada dasar tanaman tampak menguning, dan daunan lainya berwarna hijau muda. Warna pucat keputihan tampak menyebar pada urat daun tetapi pada tengah dan tepian daun masih tetap hijau. Sulit untuk membedakan antara gejala kekurangan zinc dengan kekurangan elemen atau nutrisi mikro lainnya dengan hanya melihat saja karena mereka semua memiliki gejala …

Read More »

Molibdenum (Mo)

molybdenum-deficient

Molibdenum berperan dalam sistem enzim yang berhubungan dengan fiksasi nitrogen oleh bakteri yang tumbuh bersimbiosis dengan tanaman jenis kacang-kacangan. Metabolisme nitrogen, sintesis protein dan metabolisme belerang juga dipengaruhi oleh molibdenum. Molibdenum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan serbuk sari, sehingga pembentukan buah dan biji-bijian juga sangat dipengaruhi apabila tanaman kekurangan molibdenum. Gejala Gejala kekurangan molibdenum pada tanaman kacang-kacangan tampak sebagai gejala kekurangan nitrogen, hal ini disebabkan karena peran utama molibdenum dalam fiksasi nitrogen. Berbeda dengan nutrisi mikro lainnya, gejala kekurangan molibdenum tidak terbatas terutama pada daun termuda saja karena molibdenum memiliki mobilitas tinggi pada tanaman. Karakteristik gejala kekurangan molibdenum dalam …

Read More »

Manganese (Mn)

manganese-deficient

Elemen ini sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Banyak proses pertumbuhan yang sangat tergantung dari elemen ini termasuk pembentukan kloroplas, fotosintesis, metabolisme nitrogen serta proses sintesa beberapa enzim. Manganese bukan bagian dari klorofil. Gejala kekurangan manganese hampir mirip dengan gejala kekurangan magnesium karena manganese dibutuhkan dalam proses fotosintesis. Gejala Daunan berubah menguning, dan terlihat terjadi klorosis antar urat daun. Manganese tidak memiliki mobilitas seperti magnesium. Perbedaannya dengan kekurangan magnesium adalah perubahan warna terjadi pada daunan muda. Pada daunan dewasa timbul belang warna hijau muda, dan tepian daun menggulung ke bawah tetapi tidak layu. Pada daunan muda timbul lubang-lubang halus yang menyebar, …

Read More »

Iron (Fe)

iron-deficient

Gejala kekurangan zat besi atau iron hampir sama dengan gejala kekurangan manganese. Zat besi akan sulit didapat dan diserap pada tingkat pH yang terlalu basa (alkalin), atau apabila pH tidak berada antara 5 dan 6,5. Zat besi dibutuhkan untuk pembentukan klorofil (hijau daun), maka kekurangan zat besi akan menyebabkan kondisi yang disebut klorosis. Gejala Terutama pada daunan muda akan mengalami klorosis dan berubah warna pucat menguning tetapi urat daun tetap berwarna hijau. Daunan muda atau yang baru tumbuh tampak pucat keputihan. Zat besi biasanya mudah ditemukan dan sangat banyak di dalam tanah. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan tanaman …

Read More »

Copper (Cu)

copper-deficient

Tembaga atau copper berfungsi sebagai katalisator (pemicu) dalam proses fotosintesis dan sistem pernafasan tanaman. Selain itu juga sangat dibutuhkan untuk metabolisme tanaman. Tembaga dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan kandungan karbohidrat – nitrogen. Selain itu kandungan tembaga terlalu banyak juga bisa menjadi racun bagi tanaman. Daunan berwarna hijau tua dan tumbuh kerdil. Daun muda tampak pucat, putih keperakan dan daunnya menggulung seperti spiral serta terpelintir mengarah ke batang. Pertumbuhan daun tidak sempurna dan terlihat berlubang. Tampak bercak-bercak necrosis (sel mati) dan klorosis pada daun. Kekurangan tembaga dapat berdampak pada hasil panen, serta mengurangi kandungan gula pada buah sehingga rasanya hambar. Untuk memperbaiki …

Read More »