Sunday , September 24 2017
Home / Referensi / Penggunaan Hidrogen Peroksida (H2O2) Pada Sistem Hidroponik

Penggunaan Hidrogen Peroksida (H2O2) Pada Sistem Hidroponik

VegiesWash

Hidrogen Peroksida (H2O2) sangat bermanfaat dalam sistem hidroponik. Selain ramah lingkungan, tidak beracun, juga dapat digunakan untuk membilas sayuran / buah sebelum dikonsumsi mentah.

Salah satu permasalahan yang sering dihadapi dalam menanam menggunakan sistem hidroponik, apalagi di daerah tropis adalah suhu larutan nutrisi dalam tandon. Pada siang hari suhu dalam tandon biasanya naik apalagi bila tandon terkena paparan sinar matahari langsung. Akibatnya tanaman sering terlihat layu. Ukuran tandon nutrisi juga sangat penting dan harus disesuaikan dengan jumlah serta usia tanaman.

Kandungan oksigen (dissolved oksigen) dalam air (larutan nutrisi) berbanding terbalik dengan kenaikan suhu air. Artinya, semakin naik suhu air, semakin berkurang kandungan oksigennya. Berkurangnya kandungan oksigen dalam air dan suhu diatas 23ºC sangat ideal bagi pertumbuhan virus, bakteria, dan jamur. Dengan mencampurkan Hidrogen Peroksida (H2O2) ke dalam tandon nutrisi dapat membantu membersihkan larutan nutrisi dari patogen berbahaya tersebut.

Bila menggunakan air PAM sebagai campuran larutan nutrisi, H2O2 akan menetralkan kandungan klorin. Air sumur biasanya memiliki kandungan metana dan sulfat organik, dan H2O2 juga dapat membantu menghilangkan keduanya. Banyak sekali penyakit yang disebabkan oleh organisme spora dimusnahkan oleh oksigen bebas yang dilepas oleh H2O2. Masih belum yakin? H2O2 sering dipakai untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka terbuka. Pada tanaman, H2O2 dapat mencegah dan membasmi bakteria yang menyebabkan kelayuan, pythium fungi, fusarium fungi, dan lainnya.

Oksigen adalah salah satu komponen utama dalam pembentukan struktur, asupan nutrisi serta dibutuhkan dalam proses metabolik. Dengan menambahkan H2O2 akan memberikan oksigen tambahan untuk membantu dan merangsang fungsi-fungsi berikut termasuk diantaranya:

  1. Membantu proses oksidasi komponen metalik (logam) agar dapat lebih mudah diserap tanaman.
  2. Merangsang produksi protein pada tingkat sel dalam proses fotosintesis.
  3. Membantu proses pemecahan karbohidarat hasil dari proses fotosintesis.
  4. Merangsang sistem perakaran untuk dapat menyerap nutrisi lebih baik.
  5. Tanaman lebih sehat dengan batang lebih besar dan daun lebih rimbun.
  6. Hasil produksi lebih maksimal dan biji yang dihasilkan lebih mudah tumbuh.
  7. Tanaman lebih kuat dan mampu bertahan pada saat luka (terpotong).
  8. Lebih tahan terhadap penyakit.

Pada masa penyemaian (germinasi), apakah itu jenis herbs, tanaman hias, sayuran, atau tanaman buah, penggunaan H2O2 dapat membantu mempercepat proses sprouting (kecambah) dan melindungi bibit dari serangan jamur (mildew).

Penggunaan H2O2 kadar 3% dengan cara menyemprotkannya sekali sehari pada material (tissue atau kapas) yang membungkus benih juga sangat dianjurkan selama masa semai dan tetap dapat dilanjutkan sampai tahap siap tanam. H2O2 juga sangat manjur untuk disemprotkan pada batang, daun maupun bunga apabila tampak ada serangan bakteria atau jamur. H2O2 sangat ramah lingkungan karena tidak mengandung racun sama sekali. Campuran yang dipakai umumnya adalah air (H2O), dan kadar H2O2 yang aman dipakai di rumah tangga adalah 3%, 5% dan 8%.

Takaran aman penggunaan H2O2 adalah 3mm / liter atau sekitar 2,5 sendok teh untuk setiap galon (3,8 liter) larutan nutrisi. Campurkan H2O2 pada saat larutan dalam tandon dikuras. Awali dengan dosis rendah, yaitu 1 sendok teh / galon dan pada pengurasan berikut tambahkan hingga 2,5 sendok teh / galon. Sebelum menambahkan pekatan nutrisi kedalam tandon pada saat pengurasan, biarkan air yang sudah dicampur H2O2 mengalir terlebih dahulu pada sistem hidroponik selama kurang lebih 30 menit untuk membersihkan patogen berbahaya dan menstabilkan campuran H2O2. Setelah itu baru tambahkan pekatan nutrisi ke dalam tandon seperti biasa. Manfaat H2O2 dalam tandon biasanya akan memudar setelah 3 – 4 hari, dan pastikan H2O2 benar-benar sudah tercampur merata sebelum dialirkan pada sistem hidroponik.

Baca juga:

Hidrogen Peroksida
Manfaat Hidrogen Peroksida Bagi Tanaman
Takaran Penggunaan Hidrogen Peroksida

Sumber:

Using Hydrogen Peroxide In A Hydroponics System

 

Check Also

orgaik-heirloom-hibrida-gmo

Organik, Heirloom, Hibrida, dan GMO

Masa panen jenis heirloom lebih sulit diprediksi, ukuran serta rasa buah dapat berbeda meskipun dari pohon yang sama.