Sunday , September 24 2017
Home / Referensi / Apa Itu Organik?

Apa Itu Organik?

organik

Kata “organik” dalam pertanian organik sering disalahartikan oleh banyak orang dengan hasil panen (buah / sayur) maupun kualitas tanaman. Kata organik dalam pertanian organik sebenarnya lebih mengacu pada “filsafat” atau metode pertanian yang lebih ramah lingkungan dan sehat.

Dalam metode pertanian konvensional penggunaan herbisida, pestisida, dan pupuk kimia sudah tidak asing lagi dan memiliki potensi mencemari lingkungan (tanah, udara dan air) sekitarnya. Di sisi lain, metode pertanian organik mencoba untuk menghindari penggunaan ini semua dan mempromosikan pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan tersebut tidak lagi mengandalkan penggunaan herbisida, pestisida maupun pupuk kimia. Pertanian organik mempromosikan lebih kepada pendekatan keseluruhan sistem pertanian dalam mengelola gulma, hama, nutrisi serta tambahan bahan alami lainnya.

Apa yang perlu diperhatikan pada produk organik?

Pada pertanian organik, tanaman mendapatkan nutrisinya dari tanah yang dicampur dengan kompos dan manure / pupuk kandang (pupuk dari kotoran hewan) dimana seluruh komponennya akan secara perlahan diurai oleh mikroba (mikroorganisme) untuk menghasilkan nutrisi (unsur hara makro dan mikro) yang dibutuhkan oleh tanaman.

Seiring dengan berjalannya waktu, nutrisi dalam tanah akan secara perlahan terkuras habis dan untuk mempertahankan kesuburan tanah diperlukan penambahan kompos dan pupuk kandang secara berkala. Perlu diingat bahwa penggunaan pupuk kandang juga dapat menyebabkan kontaminasi bakteri E. coli serta bakteri Salmonella yang dapat bertahan di dalam tanah selama hampir 1 tahun.

Banyak produk pembersih organik kurang efektif bila dibanding dengan produk senyawa sintetik (kimia), dan hal ini meningkatkan kemungkinan bakteri hidup pada produk organik. Beberapa kasus kontaminasi bakteri Salmonella yang terdapat dalam bubuk chia organik ditemukan di Amerika Serikat dan Kanada.

“Certified organic crops are not tested. They’re not tested to ensure that prohibited substances like synthetic pesticides are avoided; nor to ensure that feces are kept out of the organic food chain. The system is based on good-faith compliance (record-keeping and record-checking) and a hope that nothing untoward happens.”

Virus dan parasit juga dapat mempengaruhi tanaman organik. Pada tahun 2013 ditemukan wabah hepatitis A di dalam campuran berry beku organik yang menyebabkan 161 orang jatuh sakit. Biji buah pomergranate organik juga menjadi penyebab wabah serupa di Canada dan salad organik (yang sudah dikemas dalam pak) menjadi penyebar wabah parasit Cyclospora dan menginfeksi 631 orang.

Meskipun tidak secara langsung berhubungan dengan kesehatan namun kemungkinan kita menemukan larva cacing dan serangga lebih banyak ditemukan pada produk organik. Hal ini disebabkan karena pertanian organik tidak menggunakan pestisida sintetik untuk membasmi organisme tersebut.

Kesimpulan

usda_organicBanyak asumsi salah yang berkembang di masyarakat dan banyak sekali orang yang percaya bahwa produk organik lebih sehat dan bebas dari bahan kimia. Kenyataannya; bahan kimia beracun seperti: arsenik, sianida dan formalin ada dan prosesnya terjadi secara alami di sekitar kita, di dalam tanah, air dan juga pada makanan organik.

Pada intinya, semua jenis produk organik maupun non-organik sama-sama memiliki resiko mengandung bakteri berbahaya, virus, parasit, serangga, bahan kimia dan ini juga termasuk produk GMO (Genetically Modified Organisms). Namun resiko kontaminasi biologis yang paling serius dan lebih tinggi ada pada produk organik karena penggunaan pupuk kandang serta bahan pembersihnya.

“The organic standards do not directly address issues of food safety but instead production and processing and handling methods of agricultural products”

“Standar organik TIDAK secara langsung menangani isu-isu keamanan pangan (kesehatan) melainkan lebih pada tatacara produksi, pengolahan, dan penanganan metode pertanian.”

Wabah Salmonella dari pertanian kacang organik.

Salam hijau!

Referensi:

  1. Organic Food No Guarantee Against Foodborne Illness.
  2. How Safe Is Organic Food Really?
  3. Organic Hepatitis A Outbreak.
  4. Salmonella Outbreak Sickens Hundreds.
  5. Are organic vegetables (especially spinach) safe to eat?
  6. ORGANIC CROPS ARE TESTED FOR PATHOGENS, RIGHT? NOPE
  7. A threshold area ratio of organic to conventional agriculture causes recurrent pathogen outbreaks in organic agriculture.
  8. Hydroponic Vegetable Nutrients Vs. Organic.
  9. Sustainable food | Organic food.
Kata “organik” dalam pertanian organik sering disalahartikan oleh banyak orang dengan hasil panen (buah / sayur) maupun kualitas tanaman. Kata organik dalam pertanian organik sebenarnya lebih mengacu pada “filsafat” atau metode pertanian yang lebih ramah lingkungan dan sehat. Dalam metode pertanian konvensional penggunaan herbisida, pestisida, dan pupuk kimia sudah tidak asing lagi dan memiliki potensi mencemari lingkungan (tanah, udara dan air) sekitarnya. Di sisi lain, metode pertanian organik mencoba untuk menghindari penggunaan ini semua dan mempromosikan pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan tersebut tidak lagi mengandalkan penggunaan herbisida, pestisida maupun pupuk kimia. Pertanian organik mempromosikan lebih kepada pendekatan keseluruhan sistem…

Rate Artikel Ini

User Rating: 2.28 ( 2 votes)

Check Also

what-does-organic-mean

Apakah Hidroponik itu Organik?

Dalam kebun organik, tumbuhan mendapatkan mineral yang dibutuhkan dari bahan-bahan organik yang telah diproses oleh mikroba, cacing dan bakteri. Sedangkan dalam kebun hidroponik mereka juga mendapatkan elemen yang sama tetapi dari sumber yang berbeda, yaitu dari garam mineral yang telah dilarutkan dan dicampur dengan air.