Saturday , November 25 2017
Home / Referensi / Apakah Hidroponik itu Organik?

Apakah Hidroponik itu Organik?

what-does-organic-mean

 

Dalam kebun organik, tumbuhan mendapatkan mineral yang dibutuhkan dari bahan-bahan organik yang telah diproses oleh mikroba, cacing dan bakteri. Sedangkan dalam kebun hidroponik mereka juga mendapatkan elemen yang sama tetapi dari sumber yang berbeda, yaitu dari garam mineral yang telah dilarutkan dan dicampur dengan air.

Artikel berikut adalah penjelasan dari pertanyaan yang sering dilontarkan dan kerap menjadi perdebatan, yaitu: “Apakah Hidroponik itu organik?”.

Kata “organik” bagi orang yang berbeda memiliki arti yang berbeda juga.

organic-naturalDefinisi Organik

Bagi petani, tukang kebun dan kebanyakan orang awam, kata organik berarti tanpa menggunakan pestisida, herbisida atau bahan lainnya yang berbahaya atau beracun dalam membasmi hama, rumput liar (gulma), maupun penyakit tanaman. Bagi orang yang hobi berkebun, kata organik berarti seluruh yang disebutkan di atas plus tanpa penggunaan bahan kimia atau apapun yang dibuat oleh manusia. Organik berarti sesuatu yang alami atau natural.

chemistBagi ilmuwan kimia (chemist), kata organik memiliki makna yang berbeda. Dalam ilmu kimia terdapat 2 cabang atau jurusan yang mempelajari 2 hal yang berbeda: kimia organik dan anorganik. Kimia organik lebih fokus pada karbon dan senyawa yang mengandung unsur karbon, yang terdapat pada jasad hidup atau kehidupan. Sedangkan biologist dan botanist adalah ilmuwan yang mempelajari ilmu pengetahuan alam dan posisi mereka berada ditengah-tengah. Pada saat mereka bicara dengan ilmuwan kimia arti organik berbeda dengan pada saat bicara dengan petani / tukang kebun yang bagi mereka kata organik memiliki arti natural atau alami, bukan senyawa karbon.

saltBagi orang awam, kata atom, mineral atau senyawa kimia lainnya tidak memiliki banyak arti. Mereka tidak peduli atau tidak mengerti istilah-istilah tersebut, yang penting adalah bahan-bahan tersebut tidak berbahaya, dibutuhkan dan berguna bagi tanaman. Sebagai contoh: garam meja (NaCl) yang kita pakai sehari-hari untuk memasak adalah garam mineral, lalu bagaimana dengan garam penyedap MSG atau Monosodium Glutamate, C5H8NO4Na? Mereka juga garam kimia dan merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup kita sehari-hari. Dalam kebun organik, tumbuhan mendapatkan mineral yang dibutuhkan dari bahan-bahan organik yang telah diproses oleh mikroba, cacing dan bakteri. Sedangkan dalam kebun hidroponik mereka juga mendapatkan elemen yang sama tetapi dari sumber yang berbeda, yaitu dari garam mineral yang telah dilarutkan dan dicampur dengan air.

how-to-grow-hydroNutrisi

Seluruh kebutuhan elemen hidroponik dapat terpenuhi dari garam mineral yang diperoleh baik secara alami maupun buatan manusia. Pada awalnya bentuk asli sebagian besar elemen yang dibutuhkan masih berupa batu atau biji mineral yang harus terlebih dahulu ditambang dari perut bumi. Selanjutnya mineral hasil tambang tersebut akan menjalani proses purifikasi untuk membersihkan zat-zat beracun serta kontaminasi zat lainnya agar tidak berbahaya bagi manusia maupun tanaman. Mineral yang telah menjalani proses purifikasi memiliki bentuk menyerupai garam dimana komposisi kimia setiap jenisnya telah jelas. Nutrisi hidroponik terdiri dari campuran beberapa jenis garam mineral yang dapat dilarutkan ke dalam air (air suling / distilled water) agar mudah diserap oleh tanaman.

Menanam menggunakan teknik hidroponik sebenarnya jauh lebih mudah, akurat, dan efektif dibanding dengan menggunakan tanah. Seluruh kebutuhan elemen dalam nutrisi, jumlah nutrisi yang diberikan, serta pengaturan keseimbangan pH dapat dimonitor dan dikendalikan. Dalam suatu sistem hidroponik yang dibangun dengan baik (indoor), semua kondisi eksternal seperti suhu ruangan, tingkat kelembaban, pencahayaan dan lainnya juga dapat diatur dan semua itu untuk tujuan mendapatkan hasil (panen) tanaman yang maksimal. Hal serupa tidak dapat kita capai apabila menggunakan media tanah.

Namun apakah semua ini organik? Dapatkah kita klasifikasikan nutrisi tanaman hidroponik sebagai organik? Mungkin tidak, kecuali bila kita kembalikan ke definisi ilmu kimia, yaitu senyawa yang mengandung karbon. Berdasarkan definisi ini maka sebagian besar rumus atau kandungan yang ada dalam nutrisi akan dianggap sebagai organik, termasuk nutrisi mikro yang terkandung di dalamnya, termasuk pupuk urea, yang mengandung karbon dalam bentuk (NH2)CO2. Di sisi lain, secara definisi, larutan nutrisi hidroponik juga dapat dikategorikan organik dalam artian “alami”.

Asal usul sebagian besar elemen mineral yang dipakai dalam bercocok-tanam hidroponik didapat dari deposit batu / biji mineral yang ditambang dari perut bumi, bersifat alami. Perlu digaris-bawahi disini, yang membedakan antara organik dan hidroponik bukanlah jenis elemennya, melainkan bagaimana elemen tersebut didapat dan diberikan pada tanaman.

why-hydroponicsKelebihan dan Kekurangan

Bercocok-tanam secara organik dan hidroponik kedua-duanya memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Lahan masih tersedia luas untuk metode konvensional (organik). Dengan teknik yang benar, menanam secara organik juga dapat menghasilkan panen yang sehat dan berlimpah tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar meskipun membutuhkan tenaga atau kerja lebih intensif. Faktor ketidakpastian masih banyak, namun dapat diminimalisir dengan pengetahuan yang tepat dan perawatan yang benar. Tetapi, dalam hal pengukuran nutrisi dan komposisi elemen yang dibutuhkan masih banyak sekali ketidakpastian kecuali diadakan analisa pada metan tanah secara berkala yang biayanya cukup mahal serta belum lagi proses penambahan mineral yang kurang atau habis. Penambahan nutrisi pada metan tanah yang dilakukan pada lahan pertanian modern juga menggunakan garam mineral yang sama seperti pada hidroponik.

Kelebihan Hidroponik

  • Hasil panen yang lebih maksimal karena lingkungan serta pemberian nutrisi dapat diatur.
  • Bebas pestisida atau fungisida kimia.
  • Konsumsi air lebih sedikit serta tananam menjadi lebih gemuk dan subur karena tidak adanya rumput / tumbuhan liar serta hama penyakit yang datang atau disebabkan oleh tanah.
  • Sistem pengairan mengalir berputar (recycle) 10 kali lebih irit dibanding sistem irigasi pertanian biasa.
  • Media tanam dapat dengan mudah dibuat steril serta lingkungan dapat dikendalikan dengan cepat untuk kebutuhan masa pertumbuhan tertentu (berbunga / berbuah).

Kekurangan Hidroponik

  • Biaya awal yang cukup tinggi untuk suatu membangun suatu sistem yang cukup canggih menggunakan bahan-bahan berkualitas yang dapat tahan lama (bertahun-tahun).

Bagaimana dengan penggunaan nutrisi hidroponik pada kebun / pertanian yang menggunakan metan tanah? Banyak sekali keuntungannya dengan  memanfaatkan sistem hibrid semacam ini, kombinasi kompos organik dicampur nutrisi hidroponik seperti pada metode “Mittleider Gardening”. Namun kita masih tetap harus menjaga agar tidak terjadi overdosis (kelebihan) nutrisi.

Penggunaan pupuk kotoran ayam dicampur larutan nutrisi hidroponik dosis penuh dapat mengakibatkan tanaman “terbakar”. Bila kita tangani secara hati-hati, metode ini dapat mengeliminasi kekurangan mineral. Tanaman akan tumbuh lebih subur, lebih cepat dan lebih sehat selama kita dapat menjaga kesimbangan pH, penyerapan air serta asupan nutrisi yang baik dan berkecukupan. Tanaman yang sehat lebih tahan terhadap serangan hama penyakit serta serangga, dan dengan sendirinya hasilnya lebih maksimal.

Setelah membaca artikel ini, bagaimana menurut Anda? Apakah hidroponik itu organik? Salam hijau!

Sumber:

  1. Hydroponic or Organic
  2. Tanaman Hidroponik Bukanlah Organik, dan Bisa Jadi Sarat Bahan Kimia.

 

Check Also

orgaik-heirloom-hibrida-gmo

Organik, Heirloom, Hibrida, dan GMO

Masa panen jenis heirloom lebih sulit diprediksi, ukuran serta rasa buah dapat berbeda meskipun dari pohon yang sama.

3 comments

  1. makasih master informasi dan ilmunya,. share sedikit ilmu tentang hidroponik juga keuntunganhidroponik.blogspot.co.id

  2. Makasih infonya jd tambah ilmu. Jd pingin nyoba. Salam hijau

  3. sangat bermanfaat, infonya makasih