Saturday , January 20 2018
Home / Seputar Hidroponik / Dampak dan Pengaruh pH Terhadap Tanaman dan Nutrisi

Dampak dan Pengaruh pH Terhadap Tanaman dan Nutrisi

Mengatur pH

Salah satu cara yang paling umum dan praktis dalam mengatur atau menyesuaikan pH larutan nutrisi adalah dengan menambahkan zat asam atau alkalin. Namun masih ada beberapa metode laim yang dapat dipertimbangkan juga.

  1. nitrogenNitrogen adalah salah satu unsur anorganik nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah paling banyak. Kebanyakan tanaman menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3-) atau ammonium (NH4+) atau keduanya. Apabila NH4+ adalah satu-satunya sumber nitrogen atau jika takarannya kelebihan maka malah dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Beberapa jenis tanaman tumbuh secara optimal apabila diberi kombinasi NH4+ (ammonium) dan NO3- (nitrat) bila dibandingkan dengan hanya diberi NO3- saja.Kombinasi penggunaan NH4+ dan NO3- dapat dipakai sebagai buffer dalam mengatur tingkat pH.
    Tanaman yang diberi larutan nutrisi yang hanya mengandung NO3- sebagai satu-satunya sumber nitrogen cenderung meningkatkan kadar pH, maka membutuhkan asam untuk menetralkan. Tetapi bila kurang lebih 10% – 20% dari kebutuhan nitrogen diberikan dalam bentuk NH4+, pH larutan nutrisi akan stabil dikisaran pH 5,5. Konsentrasi NH4+ perlu dimonitor karena organisme mikro yang hidup pada permukaan akar tanaman dapat mengubah NH4+ menjadi NO3-.
  2. Fosfat juga dibutuhkan dalam jumlah banyak, dan menariknya terdapat dua bentuk pupuk yang mengandung K (Kalium) dan fosfat (P), yaitu KH2PO4 mono-potassium phosphate (MKP) dan K2HPO4 di-potassium phosphate. Jika kedua-duanya dalam jumlah yang sama, maka pH dapat dipertahankan pada tingkat 7,0. Bila penggunaan K2HPO4 lebih banyak maka pH akan meningkat, dan sebaliknya penggunaan MKP lebih banyak dapat menurunkan pH.
  3. buffersBuffers adalah larutan yang dapat menahan perubahan pH dan biasanya ditambahkan ke larutan nutrisi untuk menstabilkan pH. Salah satu jenis buffer adalah 2-(N-morpholino) ethanesulfonic acid – disingkat MES. Penting untuk diperhatikan: pada saat menggunakan MES, bila pH terlalu rendah setelah menambahkan MES maka dibutuhkan penambahan alkalin seperti kalium hidroksida (KOH) untuk menaikkan pH ke tingkat yang diinginkan.
  4. Metode lain untuk menstabilkan pH adalah dengan menggunakan ion-exchange dan chelating resins. Umumnya resin ini berbentuk manik-manik yang dapat menyerap nutrisi. Manik-manik ini ditabur dalam tandon nutrisi dan pada saat tanaman menyerap nutrisi maka nutrisi yang diserap dalam manik-manik ini akan dilepas. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk mengendalikan pelepasan nutrisi dalam larutan nutrisi, meniru bagaimana media tanah melepas nutrisi. Idealnya, metode ini dapat menyediakan kebutuhan nutrisi tanaman serta menjaga keseimbangan pH dalam larutan.

Sumber:

pH in Hydroponics.
Guardrails along the Hydroponics Highway: A Nutrient Breakthrough that Stabilizes and Buffers Your pH, Locking It Down and Eliminating the Need for pH Up or pH Down.
The Difference Between Nutrient Solubility and Mobility.
pH Scale.
Why Use AlgoFlash.

Check Also

ph-nutrient-chart

Apakah pH Air Penting?

Salah satu faktor terpenting dalam menanam secara hidroponik adalah pH air. Banyak sekali kegagalan atau …